This is how PLTD (Pembangkit Listrik tenaga Diesel) works!

Kolom lanjutan dari postingan sebelumnya..

“ Beginikah cara kerjanya?”

Iya, Anda akan menemukan something interesting di dalam kolom kali ini, meliputi kajian skema PLTD dan beberapa ilmu singkat mengenai cara kerja pembangkit listrik tenaga diesel dengan beberapa elemen penggeraknya. Dalam hitungan menit, anda akan berasa…. Wow! Ternyata begitu toh!

Please Enjoy! :)

Pembangkit Listrik tenaga diesel adalah pembangkit tenaga listrik dengan penggerak utama (prime mover) mesin diesel, untuk memutar generator.

Bahan bakar (sumber energi primer) yang digunakan :

  • High speed diesel (HSD/ Solar).
  • MFO (lagi populer-populernya di Indonesia, karena harganya yg relatif murah).
  • Gas.
  • Catatan  :      Pada umunya PLTD di Indonesia menggunakan bahan bakar                            HSD/ Solar atau MFO.

Berikut ini adalah skema dasar dalam pembangkit listrik tenaga diesel.

Skema PLTD

Secara umum, skema di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

-          Untuk melakukan pembakaran opmtimal pada diesel engine, maka diperlukan Oksigen dari udara di sekitar. Disinilah peran air filter yang fungsinya untuk menyaring udara yang masuk ke turbocharger dan enginer.

-          Di dalam diesel engine, solar yang dipakai sebagai bahan bakar, menghasilkan energi untuk memutar generator yang kemudian menghasilkan listrik yang dihubungkan ke trafo dan gardu listrik.

-          Pada proses PLTD satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah sistem pendingin pada minyak pelumasan mesin (sistem yang sama dipakai pada kendaraan bermotor). Sistem pendingin yang dipakai biasanya adalah sistem heat exchanger dan sistem radiator atau kedua sistem ini digabungkan.

-          Heat exchanger adalah sistem pendingin minyak pelumas, dimana air digunakan sebagai sarana pendingin. Proses heat exchanger ini memiliki konsep yaitu, air pendingin dialirkan terus dari sumber air terdekat seperti danau, sungai ataupun kolam buatan. Air terus dialirkan secara konstan melalui pipa-pipa yang kemudian dihubungkan dengan pipa minyak pelumas. Pada aplikasi tertentu, pipa air pendingin ini akan ‘menyelimuti’ pipa minyak pelumas, sehingga terjadi perpindahan suhu tinggi dari minyak ke suhu rendah (heat exchanging) dari air, yang menyebabkan suhu minyak menjadi berkurang. Sedangkan air yang memiliki suhu yang lebih tinggi akan dialirkan kembali menuju sumber air. Berikut seterusnya sistem ini bekerja.

-          Sedangkan untuk sistem pendingin radiator (aplikasi yang sama pada kendaraan bermotor), minyak pelumas didinginkan dengan menggunakan kipas radiator. Yang dimana pada sistem ini mengaplikasikan konsep perpindahan suhu melalui radiasi, kipas radiator yang terus berputar akan menghasilkan angin untuk mendinginkan minyak pelumas.

Nah penjelasan singkat di atas akan memberikan sedikit gambaran bagi anda tentang pengertian dan dasar-dasar PLTD. Pada artikel berikutnya saya akan menulis tentang pembagian PLTD berdasarkan jenis mesin, kapasitas dan dari sisi pandangan investasinya. Menarik? Tentunya ikutin terus donk…..

Salam,

listrikman

About these ads
This entry was posted in Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s