Bagaimana cara mulai membangun?

Kita semua tau bahwa bos-bos pemilik pembangkit listrik mempunyai harta yang susah di perkirakan jumlahnya, memiliki rumah bak istana, selalu tinggal di hotel-hotel mewah, Makan siang japanese food? langsung impor dari negara asalnya, Bahu pegal? langsung datangkan tukang pijatnya dari Thailand. Tidak heran! Karena mereka punya sumber pendapatan yang tidak ada kering-keringnya. Saya pikir anda2 sekalian juga pasti punya mimpi seperti mereka bukan? Mungkinkah, suatu hari anda juga bisa membangun sebuah pembangkit listrik?

Kenapa tidak!

Mari kita sama-sama membahas cara “step-by-step” untuk merealisasikan mimpi tersebut. Tidaklah susah, anda hanya memerlukan disiplin dan sedikit waktu untuk ikuti terus blog ini.

1. Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik

Oke, sebelum kita memasuki lebih detail lagi mengenai jenis-jenis pembangkit, ada baiknya kita lihat bagaimana sih ‘flow’ untuk membangun sebuah pembangkit listrik dari titik dengkur sampe siap jalan. Berikut adalah blok diagram sederhananya.

concept flow chart

Saya kira saya tidak perlu menguraikan satu per satu poin-poin diatas, dan hanya akan memberi contoh case study saja, karena saya yakin anda semua adalah orang-orang profesional. Namun jika ada yang kurang jelas, jangan malu-malu untuk bertanya ya.

Okeh, mari kita bahas bersama. Anda melakukan lobby pada pihak PLN, berusaha meyakinkan mereka kalau perusahaan anda mampu membangun sebuah Pembangkit Listrik, anda melakukan presentasi yang luar biasa dengan menari dan bernyanyi, dan akhirnya tender untuk membangun Pembangkit Listrik tersebut pun anda menangkan. Lalu apa selanjutnya?

Ya pertama kali anda harus melakukan desain awal dari proyek tersebut (project Initial Design), dalam hal ini anda melakukan brainstorming apakah akan membangun PLTU, PLTG ataupun PLTGU. Selanjutnya, anda harus mengunjungi lokasi site yang akan dibangun pembangkit tersebut, seperti dimana pembangkit tersebut akan dibangun. Perlu diketahui ada dua faktor yang sangat penting dalam pemilihan lokasi yaitu:

  1. Untuk pembangunan PLTU, PLTG dan PLTGU, harus berada pada pesisir pantai. Ini disebabkan karena nantinya untuk sistem pendingin mesin pada pembangkit tersebut, diperlukan air dalam jumlah volume yang sangat banyak.
  2. Pembangunan pembangkit listrik harus jauh dari pemukiman penduduk. Ini disebabkan karena daya kebisingan dan polusi yang diakibatkan oleh pembangkit listrik berada di atas rata-rata.

Setelah lokasi pembangunan kira-kira sudah disetujui, anda pun sebaiknya segera melakukan perencanaan konfigurasi. Seperti kalau anda berencana membangu PLTU, boiler apa yang akan dipakai, bagaimana dengan penanganan batu bara, turbin seperti apa yang akan dipakai, dan masih banyak lagi. Dikaitkan dengan perencanaan ekonomik yang akan menghitung cash flow dalam proyek ini, IRRnya, berapa lama payback timenya. Yah memang, proses perencanaan ini adalah yang paling berat, namun anda harus selalu ingat, perencanaan yang sempurna sudah merupakan 50% dari pelaksanaan (kata seorang guru besar loh, bukan kata saya).

Setelah itu anda bisa melakukan desain awal konseptual, lalu berlanjut ke desain yang lebih detail lagi yang dimana kali ini anda sudah mempunyai keputusan final tentang penggunaan boiler, turbin dan cara penanganan batu bara. Kemudian anda pun sebaiknya berkonsultasi dengan pihak teknik sipil untuk merencanakan pembangunan konstruksi dari pembangkit ini. Skema konstruksi, bahan yang akan dipakai, apa yang akan dilakukan untuk membendung air laut agar dapat memasang pompa air pendingin, dll. Satu tip yang sangat berguna di sini adalah, dalam proyek pembangkit listrik, sipil mengikuti kebutuhan Mekanikal & Elektrikal. Yang artinya, dalam tahap perencanaan ada baiknya mekanikal dan elektrikal terlebih dahulu dikonsepkan dan didesain secara final baru dilanjutkan dengan desain konstruksi sipil. Misalnya, terlebih daulu konsep jalannya pipa uap difinalisasi baru diikuti dengan perencanaan konstruksi sipil untuk membuat support dari pipa tersebut. Hal ini tentunya berbeda dalam konteks pembangunan gedung dan perumahan yang lebih mengedepankan kebutuhan konstruksi sipil. Dimana semua konsep konstruksi sipil gedung sudah difinalisasi baru diikuti dengan perencanaan jalannya pipa pendingin, kabel, dll.

Okeh, anda sudah mempunyai rancangan detail, perhitungan cash flow yg matang dan lahan yang bagus, selanjutnya apa donk? Nah sebagai seorang pemilik, anda tentunya tidak akan mengerjakan segala pelaksanaannya sendiri bukan?  Anda memerlukan kontraktor utama dalam bidang elektrikal dan mekanikal, lalu anda juga memerlukan kontraktor sipil. Kedua kontraktor utama inilah yang akan melakukan segala pelaksanaan dalam konstruksi pembangkit listrik milik anda. Ya tentunya untuk mendapatkan kontraktor terbaik dengan harga yang pas, anda harus melakukan pemanggilan dan seleksi tender. Penting sekali, Anda sebaiknya mengontrol secara ketat dan memeriksa segala dokumen tender serta klaus-klaus yang disampaikan, karena itu menyangkut kelangsungan hidup dan kualitas pembangkit anda. Oh ya, satu hal penting lagi, pastikan kontraktor sipil dan ME (mekanikal elektrikal) anda melakukan kesepakatan kerja yang baik dan akur, karena hal ini sangat mempengaruhi kualitas kerja mereka. Pastikan juga anda mendaftar segala ‘work scope’ secara mendetail agar nantinya tidak muncul bagian-bagian yang abu-abu yang akan menjurus pada pertambahan kerja yang akan menghantam keuangan anda.

Baik, anda sudah memiliki pemenang dari tender yang anda laksanakan, selanjutnya sebagai seorang pemilik, anda praktis hanya mengurusi masalah keuangan dan mengontrol jalannya proyek. Segala jenis preparasi tim pelaksana, material, dll akan dihandle seluruhnya oleh kontraktor yang sudah anda tunjuk. Pastikan anda menempatkan beberapa staff anda sebagai pengontrol pelaksanaan pembangunan pembangkit anda jika anda tidak mempunyai waktu untuk mengontrolnya sendiri. Ini untuk mencegah terjadinya aliran dana yang bocor tentunya.

Biasanya pembangunan PLTU akan memkan waktu yang lebih lama dari pembangunan pembangkit yang lain. Untuk membangun PLTU biasanya akan memakan waktu 2 sampai 3 tahun. Sedangkan pembangunan PLTG maupun PLTD biasanya akan memakan waktu yang kurang dari setahun.

Yah begitulah kira-kira proses pembangunan pembangkit listrik dari tahap perencanaan sampai operasi. Saya akan membahas lebih detail lagi pada posting-posting selanjutnya dari bagian teknis dan sedikit non-teknis. Hmm…postingan selanjutnya saya akan membicarakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, karena bisnis PLTD tidak ada matinya dan terus menjadi lumbung uang bagi pemiliknya karena pembangunannya yang relatif gampang dan cepat.

Salam,

Listrikman

This entry was posted in Pembangkit Listrik - Introduction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s