Warming up : Pengertian umum pembangkit listrik

Pengertian Umum Pembangkit Listrik

Definisi pembangkit tenaga listrik :

Suatu sub sistem dari sistem tenaga listrik yang terdiri dari instalasi elektrikal, mekanikal, bangunan-bangunan (civil works), bangunan pelengkap serta bangunan dan komponen bantu lainnya.

Berfungsi untuk merubah energi (potensi) mekanik menjadi energi (potensi) listrik.


Pada gambar di atas, secara sederhana dapat dijelaskan bahwa listrik dihasilkan di pusat listrik yang menggunakan potensi mekanik (air, uap, panas bumi, nuklir, dll) untuk menggerakkan turbin yang porosnya (as-nya) dikopel / digandeng dengan generator. Nah dari generator yang berputar pada kecepatan tertentu inilah energi listrik arus bolak balik tiga fase dihasilkan. Energi listrik tersebut lalu melalui saluran distribusi ke gardu induk. Di gardu induk inilah, tegangan yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tersebut disesuaikan dengan tegangan yang akan dihantarkan. Misalnya, pembangkit mengeluarkan tegangan sebesar 20 kV, namun karena listrik tersebut harus dihantarkan ke konsumen melalui jarak yang jauh, maka tegangan listrik tersebut terlebih dahulu dinaikkan dengan menggunakan trafo step up di gardu induk ini. Setelah itu, melalui jaringan distribusi, aliran listrik tersebut pun dialirkan ke konsumen, baik konsumen industri maupun perumahan. Tampak pada gambar diatas bahwa sebelum dialirkan pada konsumen, tegangan listrik kembali diturunkan dengan trafo step down sampai 220V pada jaringan distribusi.

Beberapa komponen utama pada pembangkit listrik misalnya
Penggerak mula (prime mover), berupa :
ü         Mesin Diesel.
ü         Turbin (air, uap, gas).
ü         Beserta komponen dan perlengkapannya (kondenser, boiler, dll).
Komponen listrik, antara lain :
ü         Generator dan perelengkapannya.
ü         Transformator dan perlengkapannya.
ü         Peralatan proteksi.
ü         Saluran kabel, busbar, dan lain-lain.
ü         Dan lain sebagainya.
Komponen sipil, antara lain :
ü         Bendungan, pipa pesat (penstock), prasarana dan sarana sipil penunjang       (untuk PLTA).
ü         Prasarana dan sarana sipil (pondasi peralatan, jalan, cable duct, dan lain- lain).
ü         Gedung kontrol (control building) dan perlengkapannya.
Komponen mekanisasi, misalnya : serandang peralatan, komponen pelengkap      turbin, dan lain-lain.
Jenis-jenis pembangkit listrik:
Pembangkit mini/ mikro :
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Mini/ Mikro Hidro (PLTMH).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Catatan :- Pada umumnya dipasang di daerah terisolir dan melayani beban yang
kecil/ terbatas.
Pembangkit makro (kapasitas besar) :
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
ü         Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Catatan :  – Pada umumnya dipasang di Pulau-Pulau Besar di Indonesia

Listrik yang mengalir ke rumah anda (terutama di kota-kota besar) biasanya berasal dari PLTU atau PLTG. Untuk pemakaian PLTD, biasanya digunakan di daerah yang relatif lebih kecil ataupun digunakan sebagai beban emergency karena dayanya yang relatif lebih kecil dan biaya operasinya yang mahal.

Oke-oke cukup untuk pengertian-pengertian teknis yang membosankan di atas. Agar membuat artikel ini lebih menarik untuk dibaca (oke saya tahu topik pembangkit listrik memang sedikit membosankan kalau dilihat dari segi teknis), saya akan sisipkan sedikit ‘bumbu’ untuk menarik minat anda. Kali ini saya akan menulis sedikit mengenai alasan terjadinya krisis listrik di Indonesia. Salah satu alasan mengapa di Indonesia saat ini terjadi krisis listrik bahkan di kota besar sekalipun listriknya masih byar-pet, adalah karena banyaknya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Begini nih ceritanya, dahulu kala, sebut saja tahun 1980an dimana pembangunan pembangkit listrik ini sedang digalakkan, harga solar di Indonesia waktu itu sangat murah sekali, sekitar Rp 52.5 (*sumber: tambangnews.com). Nah, dengan biaya solar untuk pengoperasiannya yang murah, ditambah lagi pembangunan PLTD yang relatif lebih mudah, maka menjamurlah PLTD di seluruh pelosok Indonesia. Di kota-kota besar, pada tahun 1980an-1990an, sangat jarang sekali kedengaran yang namanya pemadaman bergilir, kita bisa dengan santainya menonton Dunia Dalam Berita setiap malam pukul 21.00 di TVRI. Nah seiring dengan naiknya harga solar di pasaran yang melambung bak roket, tamat jugalah riwayat PLTD ini. Mari kita buat perhitungan sederhana.

Menurut data dari PLN (*sumber www.pln-jabar.co.id) harga pengoperasian PLTD per-KWH = Rp1500,-

Harga jual PLN ke konsumen per KWH pd 2009 = Rp 583,-

Katakanlah konsumsi anda adalah sekitar 1000 W per jam (1 KWH) – untuk menyalakan kulkas, TV untuk menonton infotainment yang hadir 24 jam setiap hari, komputer & internet untuk membaca blog ini, dll

Harga yang mesti anda bayar setiap hari adalah

24 x 1 x 583 = Rp 13.992,-

Harga yang mesti PLN bayar untuk biaya pengoperasian di rumah anda setiap hari adalah

24 x 1 x 1500 = Rp 36.000,-

Maka, setiap harinya PLN memberi hibah kepada anda sekitar Rp 36.000 – 13.992 =  Rp 22.008,-

Duh, baik bener orang-orang PLN ya, kita dikasih dua puluh rebu tiap harinya.

Jumlah yang ditekorin setiap bulan untuk satu rumah udah Rp 22.008 x 30 = Rp 660.240,-

Bayangin aja kalo seratus rumah uda berapaan, seribu rumah? Sepuluh ribu rumah?

Makanya tuh para pejabat PLN pada pinter nyanyiin lagu rapnya Iwa K, “Nombok donk…nombok donk….” hehehehehe…..

About these ads
This entry was posted in Pembangkit Listrik - Introduction. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s